“ Cinta tak harus
memiliki “
Aku
Nadiya, Perkenalanku dengannya berawal saat kita bersekolah disekolah yang
sama. Aku mengenalnya dari temanku (Tasya), kebetulan Tasya adalah teman dekat
Nino saat itu. Awal nya aku tak ada perasaan apa-apa dengannya tetapi seiring
berjalannya waktu kita mulai dekat antara satu dengan yang lain dan aku adalah
tipe cewek yang susah untuk jatuh cinta tapi kali ini aku merasakan sebuah
perasaan yang baru kali ini kurasakan walaupun aku sudah beberapa kali mengenal
cowok tetapi perasaan yang ini sangat berbeda.
Nino
pun sering datang kerumahku dan kita pun sering keluar ke tempat-tempat dimana
kita bisa berdua, bisa tenang dan sekalian mencari tempat yang sesuai buat
foto-foto karena pekerjaan sampingan Nino adalah sebagai fotografer dan aku
sebagai modelnya walaupun aku tak terlalu pandai dalam berpose tetapi Nino
masih tetap memaksa ku untuk berpose didepan kameranya.
Nino
adalah seseorang yang spesial diantara yang lain karena Nino bisa menjagaku,
membuatku bahagia, dan ada disaat aku butuh tetapi Nino sudah tiada, dia
meninggalkanku bukan karena ada seseorang diantara kita tetapi dia pergi karena
dia mengalami kecelakaan yang sangat tragis saat pergi denganku.
>> 2hari yang lalu sebelum kejadian itu adalah tanggal
jadian ku dengan Nino yang sudah genap 3thn, Nino mengajakku makan malam
disebuah restoran tempat biasa kita makan.
Nino :
“ Happy Aniversday Sayang, aku beruntung karena kau sampai saat ini masih
denganku dan ku berharap selamanya akan begitu. Dihari yang spesial ini aku
ingin mengatakan bahwa aku sayang sama kamu dan kuberharap kau mau menjadi
pasanganku untuk selamanya (Sambil mengeluarkan cincin emas putih untuk
Nadiya)”
Nadiya
: “Happy Aniversday juga Sayang, terima kasih karena kau masih menghadirkan cintamu
untukku dan Apa tanda cincin itu.?”
Nino :
“Aku ingin kau menjadi istriku dan aku mau menjadi suami mu. Kuharap kau mau
menerima cincin ini. Jika cincin ini kau terima, besok pagi ku akan kerumahmu
untuk melamar mu sebagai istriku secara sah dihadapan orang tua mu dan orang
tua ku.”
Nadiya
: “Aku mau jadi istrimu dan aku juga mau kau menjadi suami ku karena ku sudah
yakin dengan mu, karena orang tua ku sudah yakin bahwa kau bisa membahagiakan
ku lahir dan batin. Jika kau ingin melamarku dihadapan orang tua mu dan orang
tua ku, aku menerima nya dengan senang karena selama ini yang aku ingin
akhirnya terkabul juga”.
Nino
: “I Love You Sayang (sambil memasangkan
cicncin dijari tengah Nadiya)”
Nadiya
: “I Love You To Sayang”
Malam
itu adalah malam terakhir kita makan berdua dan akan kuingat semua kenangan ku
bersama Nino selama 3thn ini walaupun pahit untuk dikenang tetapi terlalu manis
dan terlalu indah untuk dilupakan. Keesokan harinya, Nino beserta semua
keluarganya datang kerumahku untuk melamarku secara sah dihadapan orang tua ku.
Ayanda
Nadiya : “Ada apa kau kemari membawa rombongan sebanyak ini.?”
Ayanda
Nino : “Aku ingin melamar anakmu untuk anakku”.
Ayanda
Nadiya : “Apakah anakmu dapat membahagiakan anakku lahir dan batin.?”
Ayanda
Nino : “Ku yakin bahwa anakku dapat membahagiakan anakmu lahir dan batin”.
Ayanda
Nadiya : “Jika begitu, ku titipkan anakku kepada anakmu”
Ayanda
Nino : “Baiklah”
Pada
hari itu, Nino resmi melamar Nadiya dan hari itu juga mereka bertunangan. Nino
dan Nadiya tak ingin terburu buru sehingga mereka masih belum memutuskan
tanggal berapa mereka menikah, mereka hanya bertunangan saja.
*******
Keesokan
harinya, hari ini adalah hari terakhir Nadiya berjumpa dengan Nino. Pagi ini
mereka ingin mengunjungi tempat rekreasi yang ada di kota Bandung, Jawa Barat
dengan mengendarai mobil pribadi Nino dan mereka hanya berdua saja. Sesampai
disana mereka berbicara tentang perasaan mereka.
Nino
: “Kamu sayang gak sama aku.?”
Nadiya
: “Kenapa tanya seperti itu.? Tumben banget”
Nino
: “Gpp Cuma mastiin aja kalau kamu beneran syang sama aku”
Nadiya
: “Aku sayang sama kamu kalau gak sayang gak mungkin kemaren aku terima
Lamaran kamu”.
Nino
: “Sebesar apa rasa sayangmu.?”
Nadiya
: “Sebesar rasa sayangmu kepadaku”.
Nino
: “Sayang, jika aku pergi gimana.?”
Nadiya
: “Pergi kemana.?”
Nino
: “Pergi dari hidupmu entah untuk sekejap atau untuk selamanya”.
Nadiya
: “Hust, gak boleh ngomong gitu. Kita akan tetap bersama sampai maut memisahkan
Kita”.
Nino
: “Amin J”.
Sementara
itu hari semakin malam dan hujan pun mulai turun. Nadiya meminta untuk mencari
penginapan daerah situ tetapi Nino tak mau karena dia tak ingin membuat orang
tua mereka cemas lagi pula sudah lumayan mulai sampai. Dan mereka pun
memutuskan untuk meneruskan perjalanan.
Nadiya
: “Sayang, aku lapar. Cari makan dulu yuk. !”
Nino
: “Iya, nanti kalau ada tempat makan kita berhenti dulu.”
Nadiya
: “Oke”
Saat
diperjalanan mereka bertemu dengan warung dan mereka berhenti sejenak untuk
mengisi perut mereka yang sudah berteriak “LAPAR .. LAPAR .. LAPAR”.
Nino
: “Sayang, disitu ada warung. Kita makan dulu ya.?”
Nadiya
: “Iya J”.
Selesai
mengisi perut mereka langsung melanjutkan perjalanan dan mereka berbincang bincang
saat di perjalanan.
Nino
: “Sayang kalau aku pergi gimana.?”
Nadiya
: “Kenapa tanya itu terus.?”
Nino
: “Tadi kamu kan belum jawab”
Nadiya
: “Aku pasti bersedih kalau kamu pergi”.
Nino
: “Tapi aku gak mau kamu bersedih”.
Nadiya
: “Kalau begitu jangan pergi”.
Nino
: “Iya. Sayang, kalau aku pergi kamu jangan menangis ya karena aku sudah tak
bisa
Menghapus
air matamu”,
Nadiya
: “Jangan ngomong gitu ah.!”
Nino
: “Kamu harus janji dulu kalau kamu gak bakalan nangis”
Nadiya
: “Iya, aku janji”
Nino
: “Gitu dong”.
Nadiya
: “Sayang aku sayang kamu”.
Nino
: “Aku juga sayang kamu sayang”.
Itu
kata sayang terakhir yang diucapkan Nino untuk Nadiya. Disepanjang perjalan
Nino hanya melihat wajah Nadiya hingga air matanya jatuh dan saat itu juga, Nino
tak sadar bahwa didepan ada jurang yang begitu curam yang dapat mempertaruhkan
nyawanya dan nyawa tunangannya. Dan akhirnya mobil yang dikendarai Nino masuk
jurang yang sangat dalam dan mobilnya pun terbalik.
Nadiya
sadar dan segera keluar mencari bantuan untuk menolong Nino yang baru kemarin melamarnya, tetapi
baru beberapa langkah Nadiya keluar tiba-tiba terdengar suara ledakan
dibelakangnya. Nadiya menangis dan hanya terdiam ketika dia melihat bahwa mobil
yang ditumpanginya tadi meledak sedangkan didalamnya masih ada Nino. Nadiya
hanya bisa menangis dan berusaha untuk menolong Nino tapi Api tak kunjung mati
walaupun pada saat itu terjadi hujan lebat.
Setelah
Si jgo merah telah padam, Nadiya langsung menghampiri dan memeluk Nino yang
sudah tak bernyawa dan segera menghubungi keluarganya.
Nadiya
: (sambil menangis dan memeluk tubuh Nino) “Kenapa kau pergi tinggalkan ku.?
Memang ku sudah berjanji untuk tidak menangisimu saat kamu pergi tapi aku tak
bisa menepati janjiku karena aku saat ini ditinggalkan oleh orang yang ku
sayang, orang yang sudah membuatku mengerti apa arti kehidupan sesungguhnya,
orang yang selama ini bersama ku selama 3th. Sayang kembalilah, jangan
tinggalkan aku.! Aku sayang kamu” L
Nadiya
hanya menangis memeluk ibunya ketika dia menuju perjalan pulang kerumahnya, dia
menyesal kenapa dia gak paksa Nino untuk menginap di sekitar situ saja.
Sesampai dirumah, Matahari sudah memancarkan sinarnya dan Nino langsung
dimakamkan hari itu juga.
Nadiya sadar cinta itu tak
harus memiliki, cintailah seseorang yang saat ini mencintaimu J
Bagus banget kak :)
BalasHapus